Make your own free website on Tripod.com
« June 2012 »
S M T W T F S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
You are not logged in. Log in
Entries by Topic
All topics  «
Jadilah Manusia Yang Bertakwa
Thursday, 12 February 2009

BARANG siapa meniru suatu kaum, dia termasuk kelompok mereka,” Hadits di atas menjadi peringatan bagi umat Islam untuk tidak meniru prilaku kaum non muslim.

Valentine dihubungkan dengan hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis. Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep … dalam agama Kristen yang umum.

Dari kutipan sejarah di atas dapat diketahui bahwa hari Valentine yang dirayakan pada tanggal 14 Februari merupakan budaya dari agama Kristen. Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasium TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

Selain budaya tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Perayaan valentin juga mendorong seseorang untuk bersikap boros. Dan pemborosan merupakan hal yang dilarang dalam Agama, seperti yang tertera dalam QS Al-Isra 26-27.

‘’Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang terlantar dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros, sesungguhnya orang yang hidup berlebihan (boros) adalah saudara-saudara syaitan. Dan Syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya’’. (QS. Al-Isra 26-27).

Jadi sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang benar. Dan sepatutnya seorang muslim meniru prilaku umat non muslim. Keyakinan bahwa ajaran Islam adalah benar dan sempurna tertuang dalam surat Al Maidah ayat ke tiga.

“Hari inilah Kusempurnakan agamamu ini untuk kamu sekalian dengan Kucukupkan NikmatKu kepada kamu, dan yang Kusukai Islam inilah menjadi agama kamu.” (Qur’an, 5: 3). (***)


Posted by takwalah at 9:27 PM EST
Updated: Monday, 18 May 2009 10:22 PM EDT
Wednesday, 11 February 2009

 

Oleh : Sutarlan, S.Ag

(SD Muh. Condongcatur Group, di Kadisoka) 11:11:25,2009-02-12

Perintah Bertakwa

Didalam Al-Qur'an perintah untuk bertakwa adalah perintah yang terbanyak yaitu 54 ayat dari 24 surat. Sedangkan perintah shalat sebanyak 17 ayat dalan 15 surat, sedangkan perintah sabar terdapat 21 ayat dalam 20 surat untuk lebih jelasnya silahkan lihat di ("Indeks Al-Qur'an " karya Azharuddin Sahil, penerbit Mizan, Cet.I/1994)

Arti Kata Takwa : 

Secara bahasa Takwa berasal dari kata " ittaqo, yattaqi, ittiqo-an, attaqwa. dan berasal dari akar kata Takwa yaitu : waqo, waqi, waqoyatan, wawaqiyan, wawaqiyatan yang artinya memlihara dan menutupi keburukan.

Sedangkan menurut istilah artinya " Makhofatullah wal 'amala bitho'atihi" yaitu takut kepada Allah dan beramal dengan mematuhinya.(Abu Luis/penyusun Al-Munjid)

Seringkali kita mendengar kata takwa diartikan dengan "Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya" tetapi berdasarkan definisi diatas maka  kata takwa bukanlah sekedar menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, karena orang yang menjalankan perintah Allah SWT belum tentu orang yang takwa mungkin dia hanya ingin dipuji atau riya, sedangkan orang yang meninggalkan laranganNya mungkin dia hanya takut tidak dihormati lagi karena melakukan sesuatu yang dilarang Allah SWT. itulah ketakwaan, tidak dapat dinilai dari yang nanpak saja.

Takwa adalah Buah dari Iman 

Takwa merupakan hasil yang kita harapkan dari semua bentuk ibadah kepada Allah SWT, baik ibadah khusus (mahdoh) seperti sholat, puasa ,zakat dan haji maupun bentuk ibadah non mahdoh lainnya seperti mencari rezeki yang halal untuk keluarga, menuntut ilmu yang bemanfaat, membela negara, membangun masyarakat dan lain-lain sebagainya. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT, dalam Al Qur'an

"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa" (Al Baqoroh [2]: 21)

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya menjadi orang yang bertakwa." (Al Baqoroh [2]:183).

Jalan Menuju Takwa

Untuk menuju Takwa menurut : M. Yunan Nasution dalam bukunya Khutbah Jum'at (Jilid I halaman 57-58), membagi kehidupan seorang Muslim dalam 5 (maqom) peringkat, yang untuk mudahnya disebut M5.

Maqom Pertama adalah Muslim

Pada maqom yang pertama ini adalah orang yang telah menerima dan mengikrarakan Islam sebagai agamanya dengan mengucapkan kalimah syahadah. Artinya, orang ini percaya sudah menerima segala kewajiban-kewajiban dan hak-hak yang telah digariskan oleh Islam. Maqom ini adalah maqom yang paling mudah bisa dilaksanakan oleh setiap orang yang hatinya sudah terbuka (mendapat hidayah).

Maqom kedua adalah Mukmin 

Setelah mengucapkan kalimat syahadat seorang muslim harus mengiringinya dengan amal/perbuatan/tindakan yang diperintahkan oleh agamanya. Dengan melaksanakan hal itu, dia baru bisa disebut sebagai seorang mukmin.

Maqom ketiga adalah Muhsin 

Mukhsin adalah sebutan Seorang Mukmin yang telah mengerjakan perbuatan kebajikan. Ihsan itu meliputi segala perbuatan yang baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Dari seorang Mukmin meningkat lagi menjadi seorang Muhsin.

Maqom keempat adalah Mukhlis

Setelah seorang Muhsin mengerjakan ihsan semata-mata karena berbakti kepada Allah SWT, bukan karena (riya) mengharapkan pujian, sanjungan, pangkat dan lain-lain; akan tetapi sungguh-sungguh ikhlas, maka orang tersebut menigkat derajatnya menjadi seorang Mukhlis.

Maqom kelima adalah Muttaqin 

Setelah malalui maqom-maqom tersebut diatas, barulah manusia Muslim itu sampai ketingkat ke-lima yakni menjadi orang muttaqin, orang yang betul-betul berada pada ketakwaan.

 


Posted by takwalah at 9:36 PM EST
Updated: Wednesday, 11 February 2009 11:39 PM EST

Newer | Latest | Older